Ubah Limbah jadi Rupiah, Mahasiswa KKN UNS Latih Warga Desan Kepyar, Wonogiri Buat Arang Briket


UNS – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 133 mengadakan pelatihan pembuatan arang briket sebagai sumber energi alternatif. Pelatihan ini ditujukan untuk masyarakat Desa Kepyar, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri. Ketua KKN UNS Kelompok 133, Alif Ilham Virdaus mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengedukasi warga mengenai manfaat serta teknik pembuatan arang briket. Tentunya yang lebih ramah lingkungan jika dibandingkan kayu bakar. “Sebagian besar warga Desa Kepyar masih bergantung pada kayu bakar untuk memasak. Hal ini dapat menimbulkan deforestasi (penebangan pohon) serta polusi udara akibat asap yang dihasilkan. Untuk mengatasi permasalahan ini, kami mahasiswa KKN UNS menginisiasi program ‘Pembuatan dan Pemanfaatan Arang Briket untuk Sumber Energi Alternatif Tungku Bakar’. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok PKK desa,” terang Alif kepada uns.ac.id, Senin (17/2/2025). Alif menambahkan bahwa arang briket yang dibuat dalam pelatihan ini berasal dari limbah organik, seperti serbuk gergaji, tempurung kelapa, dan limbah pertanian lainnya. “Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar desa, masyarakat bisa mendapatkan bahan bakar alternatif yang lebih ekonomis dan berkelanjutan,” imbuh mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) UNS ini. Pelatihan dan Proses Pembuatan Eksekutor Program, Habib menambahkan, dalam kegiatan ini, para peserta diajarkan langkah-langkah pembuatan arang briket mulai dari pengumpulan bahan baku yaitu berupa bonggol jagung, proses karbonisasi, pencampuran dengan bahan perekat, pencetakan, hingga tahap pengeringan. Mahasiswa juga memberikan pendampingan langsung agar peserta dapat memahami dan mengaplikasikan teknik tersebut dengan baik. “Setelah melewati proses karbonisasi, bahan baku dihaluskan lalu dicampur dengan perekat alami seperti tepung kanji. Kemudian, adonan dicetak dan dikeringkan sebelum digunakan sebagai bahan bakar alternatif,” jelas Habib. Dampak Positif bagi Masyarakat Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari warga, terutama ibu-ibu PKK yang menjadi peserta utama dalam kegiatan ini. Ketua PKK Desa Kepyar, Eni, mengungkapkan bahwa program ini memberikan wawasan baru dan sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. “Program ini bermanfaat untuk ibu – ibu PKK dimana Desa Kepyar mempunyai limbah janggel jagung yang cuman dibuang percuma,” katanya. Selain itu, penggunaan arang briket ini diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan masyarakat pada gas LPG yang sering mengalami kelangkaan dan kenaikan harga. Lebih lanjut, program ini membuka peluang usaha baru bagi warga yang ingin memproduksi dan menjual arang briket secara mandiri. Harapan ke Depan Dengan adanya pelatihan ini, mahasiswa KKN UNS Kelompok 133 periode Januari – Februari 2025 berharap masyarakat Desa Kepyar dapat terus mengembangkan keterampilan yang telah mereka pelajari dan mengadopsi penggunaan energi terbarukan dalam kehidupan sehari-hari. Program ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mengurangi dampak lingkungan akibat penggunaan kayu bakar secara berlebihan. “Kami berharap ibu-ibu PKK dan warga lainnya bisa menerapkan ilmu yang didapat dari kegiatan ini. Bahkan, jika dikelola dengan baik, arang briket bisa menjadi usaha yang berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Alif. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa UNS dalam membantu masyarakat desa menemukan solusi energi yang lebih berkelanjutan. Dengan inovasi sederhana seperti arang briket, warga dapat menikmati manfaat energi yang lebih efisien, murah, dan ramah lingkungan. Program ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 7, Energi Bersih dan Terjangkau, yang mendorong akses terhadap energi yang andal, berkelanjutan, dan modern bagi semua. HUMAS UNS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar